VPS adalah layanan hosting dengan sumber daya yang terdedikasi untuk masing-masing pengguna. VPS cocok untuk kebutuhan website atau aplikasi dengan resource lebih besar. Namun, ternyata ada jenis-jenis VPS yang perlu Anda tahu sebelum mulai menggunakannya..
Pembagian jenis VPS tersebut bisa berdasarkan beberapa aspek. Salah satunya adalah virtualisasi, yaitu teknologi yang digunakan untuk menyediakan sumber daya terdedikasi.
Lalu, apa saja jenis VPS berdasarkan virtualisasinya? Selain itu, layanan VPS seperti apa yang sebaiknya Anda gunakan? Yuk, simak satu per satu!
Jenis-Jenis VPS yang Harus Anda Ketahui
Setidaknya ada empat jenis VPS berdasarkan virtualisasinya, yaitu:
1. OpenVZ
Open Virtuozzo atau OpenVZ adalah jenis VPS yang berbasis kernel Linux. Oleh karena itu, pengguna VPS dengan OpenVZ bisa menginstal berbagai sistem operasi Linux, seperti Ubuntu, Fedora, dan Debian.
OpenVZ dikenal dengan penggunaan satu kernel yang pengaturannya sama rata untuk semua pengguna. Artinya, masing-masing pengguna tidak ditentukan batas penggunaan memori atau penyimpanan VPS-nya.
Akibatnya, jika ada pengguna yang menggunakan terlalu banyak sumber daya atau terlalu banyak pengguna pada satu server, performance-nya menjadi kurang baik.
Meski demikian, Anda bisa menggunakan OpenVZ untuk mendapatkan beberapa manfaat berikut:
a. Biayanya Terjangkau
OpenVZ bersifat open-source dan bisa digunakan secara gratis. Itulah kenapa jenis VPS ini umumnya lebih terjangkau dibandingkan VPS lainnya.
b. Mengubah Pengaturan dan Migrasi VPS tanpa Restart Container
Anda bisa mengubah pengaturan di VPS OpenVZ atau memindahkannya ke hosting VPS lain tanpa restart atau memulai ulang container. Dengan begitu, website atau aplikasi Anda menjadi lebih lancar.
c. Memungkinkan Instalasi Firewall
Pengguna OpenVZ bisa menginstal firewall untuk mencegah akses yang tidak diinginkan ke hosting VPS Anda.
2. KVM
KVM adalah salah satu dari jenis layanan hosting VPS yang patut Anda coba, terutama jika Anda ingin menggunakan OS Windows.
Alasannya, KVM mengubah server Linux menjadi hypervisor yang dapat menjalankan beberapa VPS dengan guest OS. Alhasil, pengguna bisa menginstal sistem operasi selain Linux, termasuk Windows.
Selain itu, jenis layanan hosting VPS ini juga memberikan kernel tersendiri di masing-masing VPS. Dengan begitu, pengguna dapat menentukan porsi penggunaan sumber daya hosting, sehingga kestabilan server dapat terjaga.
Pembagian sumber daya ini juga yang menyebabkan jenis VPS ini sering dimanfaatkan untuk pengembangan aplikasi.
Selain itu, masih ada beberapa kelebihan KVM lainnya, seperti:
a. Penyimpanan Data yang Tangguh
KVM didukung dengan penyimpanan tambahan berupa NAS (network-attached storage) dan Multipath I/O. Keduanya membuat data website tetap dapat diakses ketika ada error perangkat keras, sehingga website Anda tetap bisa berfungsi dengan lancar.
b. Keamanan Ganda
VPS yang menggunakan KVM memiliki dua sistem keamanan bawaan Linux, yaitu SELinux dan sVirt. SELinux membatasi pengguna selain pengguna root untuk tidak membuat, menjalankan, atau membaca file di VPS Anda. Ditambah dengan sVirt yang mencegah aplikasi penyusup dari menggunakan sumber daya hosting, VPS Anda jadi lebih aman.
c. Migrasi Tanpa Downtime
Jika menggunakan KVM, website Anda tetap bisa diakses ketika dipindahkan ke hosting lain berkat fitur live migration. Fitur ini menyimpan proses yang terjadi di website dan melanjutkannya lagi setelah migrasi selesai.
3. Hyper V
Hyper V bekerja seperti KVM, yaitu mengubah server fisik menjadi sebuah hypervisor. Bedanya, jenis VPS menggunakan Windows sebagai sistem operasi dasar. Pun demikian, pengguna Hyper V bisa menginstal OS lain di VPS-nya.
Satu hal yang harus Anda perhatikan dari VPS Hyper V adalah alokasi memorinya. Sebab, apabila ada pengguna yang menggunakan terlalu banyak sisa memori server, performa server bisa terbebani.
Jadi, jika Anda ingin menggunakan jenis VPS ini, sebaiknya pilihlah penyedia hosting yang menentukan batasan penggunaan memori VPS secara jelas.
Ketika menggunakan VPS Hyper V, Anda akan mendapatkan kelebihan-kelebihan berikut ini:
a. Keamanan Data Website
Hyper V memiliki fitur Disaster Recovery yang menyimpan backup data VPS di server terpisah. Backup tersebut bisa Anda pulihkan kapanpun. Dengan begitu, data website pengguna tetap tersedia apabila ada kerusakan di server utama.
b. Live Migration
Seperti KVM, Hyper V juga menawarkan fitur live migration. Artinya, pengguna bisa memindahkan VPS-nya ke layanan hosting lain tanpa mempengaruhi performa websitenya.
4. Xen
Xen sedikit berbeda dibandingkan ketiga jenis VPS yang tadi dibahas. Jenis virtualisasi ini menawarkan paravirtualization yang memungkinkan OS masing-masing pengguna untuk berkomunikasi dengan hypervisor.
Apa dampaknya? Performa VPS pengguna bisa lebih baik.
Nah, selain peningkatan performa, paravirtualization juga memberi pengguna fasilitas untuk membantu pengelolaan VPS, seperti:
– Multi-server management
– Performance alerting and reporting
– Live migration
Di samping itu, Xen juga masih memiliki keunggulan lainnya, termasuk:
a. Kemudahan Set Up
Konfigurasi infrastruktur untuk Xen tidaklah rumit, sehingga proses set up-nya cepat. Dengan begitu, Anda bisa segera menggunakan VPS Xen.
b. Kemudahan Pengelolaan
Set up dan pengelolaan Xen terbilang mudah. Semua itu berkat fitur XENCenter Management Console yang akan membantu pengguna memulai, menghentikan, membuat backup VPS dengan satu klik.
c. Dukungan untuk Windows
Xen merupakan virtualisasi yang berbasis Linux, tetapi pengguna tetap bisa menginstal Windows sebagai sistem operasi VPS-nya.
Demikian itu tadi jenis-jenis VPS berdasarkan virtualisasinya. Selanjutnya kita bahas mengapa harus menggunakan VPS.
Ini 7 Alasan Anda Harus Menyewa VPS
Kami akan membahas satu per satu alasan kenapa harus menggunakan VPS berikut ini:
1. Butuh Sumber Daya Berkapasitas Besar
Sumber daya atau resource hosting sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan website.
Misalnya, Anda memiliki website toko online yang kian ramai pengunjung. Kalau tidak dibarengi dengan peningkatan resource hosting, toko online Anda akan lambat atau bahkan susah diakses.
Jika situasinya demikian, pengunjung pasti enggan untuk kembali. Anda pasti tidak ingin itu terjadi, kan?
Itulah salah satu alasan sewa VPS yang utama. Hosting ini menawarkan sumber daya berkapasitas besar. Dengan begitu, website akan dapat menampung lebih banyak pengunjung.
Selain itu, kapasitas resource yang besar juga memungkinkan Anda menyimpan lebih banyak data. Ini penting untuk website toko online yang umumnya menyimpan banyak data transaksi, akun pelanggan, dan foto-foto produk.
2. Ingin Hosting dengan Sumber Daya Terdedikasi
Apakah kinerja website Anda tidak stabil? Terkadang kecepatan loadingnya baik, tetapi bisa sewaktu-waktu lambat? Kalau seperti itu, website jadi tidak dapat melayani pengunjung dengan maksimal, bukan?
Untuk menghindari masalah itu, sebaiknya Anda menggunakan hosting yang sumber dayanya terdedikasi alias bisa Anda manfaatkan sepenuhnya. Kebetulan, VPS adalah hosting yang menawarkan hal tersebut.
Sebagai contoh, Anda memilih layanan VPS dengan penyimpanan 10GB. Maka, Anda bisa menggunakan seluruh resource itu untuk kebutuhan website Anda. Berbeda dengan shared hosting yang resourcenya dibagi ke beberapa pengguna.
Jadi, untuk kualitas website yang lebih optimal berkat sumber daya yang oke, menyewa VPS server memang pilihan terbaik.
3. Membutuhkan IP Address Terdedikasi
Anda sedang menjalankan promosi bisnis dengan email marketing, tapi email Anda justru sering masuk ke folder spam? Kalau terus seperti itu, upaya marketing Anda bisa terancam gagal, ya?
Nah, hal itu bisa jadi karena reputasi alamat IP atau IP address Anda buruk, sehingga demi keamanan diarahkan ke folder spam, bukan inbox email audiens tujuan.
Reputasi IP yang buruk terjadi karena Anda atau orang lain yang menggunakan IP tersebut diduga sering mengirim email spam. Ini dapat terjadi di layanan shared hosting karena satu alamat IP digunakan beberapa pengguna sekaligus.
Kalau demikian, menggunakan IP address yang terdedikasi, di mana Anda memiliki IP address pribadi, bisa menjadi solusi. Sebab, Anda sendiri yang mengelola reputasinya.
4. Membutuhkan Akses Penuh ke Pengaturan Hosting
Bagi Anda yang menggunakan shared hosting, Anda mungkin merasakan beberapa pengaturan utama sudah ditentukan demi kestabilan layanan.
Jadi, kalau Anda menginginkan pengaturan yang lebih leluasa, menyewa VPS adalah kuncinya. Sebab, Anda akan mendapatkan root access, yaitu akses terhadap semua pengaturan hosting.
Bahkan, dengan root access, Anda bisa mengatur siapa saja yang bisa mengubah pengaturan hosting Anda. Hal itu penting jika Anda mengelola VPS bersama tim.
Dengan adanya root access, Anda jadi bisa memberikan akses pengaturan kepada anggota tim yang Anda tugasi mengelola server saja. Tujuannya, agar tidak ada orang lain yang mengakibatkan error di server akibat kesalahan setting.
5. Butuh Kebebasan Memilih Sistem Operasi dan Panel Kontrol
Anda ingin menyewa VPS server, tetapi tidak terbiasa jika harus mengoperasikan hosting melalui terminal Linux? Tidak masalah!
Di Niagahoster, Anda bisa memilih layanan VPS KVM dan menggunakan Windows sebagai sistem operasinya.
Tak hanya pekerjaan jadi lebih mudah karena Anda lebih familiar dengan antarmuka Windows. Anda juga bisa memanfaatkan aplikasi berbasis Windows, seperti ASP dan MS Access.
Yang menarik, layanan VPS Niagahoster menyediakan berbagai pilihan sistem operasi lain sesuai kebutuhan Anda, seperti Ubuntu, CentOS, dan Debian.
Tak hanya sistem operasi, layanan VPS Niagahoster juga menyediakan beberapa opsi control panel VPS yang bisa Anda pilih. Di antaranya, ada Webuzo, WHM, dan Cyberpanel.
Dengan kelebihan itu, Anda bisa memilih opsi yang pengoperasiannya Anda kuasai. Atau, Anda juga bisa memilih panel kontrol tertentu untuk fitur yang lebih bermanfaat untuk Anda.
6. Ingin Mengelola Lebih Dari Satu Akun Hosting
Anda memiliki bisnis pembuatan website dan kewalahan mengelola jumlah website klien yang semakin banyak?
Hal itu bisa menjadi alasan kenapa Anda harus menggunakan VPS. Selain mendapatkan sumber dayanya besar dan terdedikasi, Anda juga bisa membuat lebih dari satu akun hosting dengan panel WHM. Nantinya, Anda dapat mengelola semua akun itu dari satu panel saja.
7. Butuh Hosting untuk Kebutuhan Selain Menjalankan Website
Anda membutuhkan layanan hosting tapi bukan untuk menjalankan website?
Itulah saatnya Anda mulai menyewa VPS server. Alasannya, kebebasan yang ditawarkan oleh layanan VPS memungkinkan Anda untuk:
– Membuat server game yang pengaturannya Anda tentukan
– Membuat VPN untuk membatasi akses ke jaringan Anda
– Menyimpan backup data
– Menguji aplikasi
Semua kebutuhan di atas, tentu tidak disarankan untuk dikembangan menggunakan layanan hosting lain seperti shared hosting. Alasannya, performa yang dihasilkan bisa saja terbatas atau tidak sesuai kebutuhan.
Ingin Menyewa VPS? Pastikan pilih Penyedia VPS yang Terpercaya
Beda jenis website, membutuhkan server yang berbeda pula. Belum lagi kalau Anda ingin memanfaatkan server tersebut untuk menjalankan aplikasi tertentu dengan kebutuhan pengaturan dan resource khusus.
Jadi, apapun kebutuhan Anda, VPS menawarkan keunggulan untuk mendukungnya.
Di atas, kami sudah menjelaskan alasan kenapa harus menggunakan VPS. Di antaranya adalah sumber daya berkapasitas besar untuk menampung pengunjung dan data dalam jumlah besar.
Selain itu, VPS juga memberikan root access agar Anda bebas menentukan pengaturan hosting beserta software-software yang digunakan di dalamnya. Termasuk di antaranya adalah sistem operasi dan panel kontrol hosting.
Jadi, pastikan pilih penyedia VPS yang terpercaya sesuai dengan kebutuhan dan keinginan Anda.



