Punya produk yang ingin dijual secara online? Ingin mulai membuat website toko online, tapi tidak tahu harus mulai dari mana? Tenang saja karena Anda akan mendapatkan panduan terlengkap cara membuat toko online di tutorial WooCommerce ini.
Mengapa Harus Menggunakan WooCommerce?
WooCommerce adalah plugin toko online gratis dari WordPress. Dengan plugin ini, Anda bisa membuat toko online tanpa kemampuan coding sama sekali.
Plugin ini juga memungkinkan Anda untuk mengatur toko online Anda dengan mudah, mulai dari menata display produk sampai mengelola pembayaran.
Selain itu, berikut adalah alasan mengapa WooCommerce adalah plugin terbaik untuk toko online Anda:
1. Telah Dipercaya Jutaan Pengguna
WooCommerce telah dipercaya untuk menjadi platform toko online oleh lebih dari 59 juta pengguna di seluruh dunia. Artinya WooCommerce telah menjadi platform toko online untuk 28 persen toko online secara global. Kualitasnya pun tidak diragukan. Sebab sebanyak 21 persen toko online yang menggunakan WooCommerce berhasil masuk ke Top 1 Million Sites.
2. Cocok dengan WordPress
WooCommerce adalah plugin yang dikembangkan oleh WordPress langsung. Jadi Anda bisa dengan mudah memasang WooCommerce di website WordPress Anda cukup dengan menginstall plugin WooCommerce seperti memasang plugin lainnya.
3. Keamanan Terjamin
Semua toko online harus meyakinkan para pelanggannya bahwa toko online-nya adalah tempat yang aman untuk melakukan transaksi pembelian.
Jika menggunakan WooCommerce, Anda tidak perlu khawatir soal keamanan. Sebab WooCommerce melindungi semua data transaksi yang terjadi di toko online Anda agar tidak jatuh ke tangan pihak ketiga. Jadi pelanggan Anda bisa berbelanja dengan aman.
4. Gratis
Salah satu kelebihan utama dari WooCommerce dibanding platform toko online lain adalah gratis. Pada dasarnya WooCommerce menyediakan layanannya secara gratis untuk siapa saja. Akan tetapi, WooCommerce juga menyediakan beberapa fitur yang harus Anda beli jika ingin menggunakannya.
5. Mudah Digunakan Siapa Saja
Dengan WooCommerce, Anda dapat dengan mudah membangun toko online, dari membuat display produk, mengatur kategori produk, menambahkan promosi dan diskon, sampai membuat pilihan pembayaran tanpa perlu mengetahui coding sama sekali.
6. Menyediakan Banyak Pilihan Tema
Tampilan tentu menjadi hal penting bagi semua toko online, bukan? Setiap jenis toko online memiliki konsep masing-masing. Konsep toko online pakaian laki-laki tentu berbeda dengan konsep toko online pakaian perempuan.
Begitu juga dengan konsep toko online buku pasti berbeda dengan konsep toko online barang elektronik. Tidak perlu khawatir karena WooCommerce menyediakan berbagai macam pilihan tema, baik gratis maupun berbayar.
Tutorial WooCommerce: Cara Instal, Setting, hingga Pengelolaannya
Sebelum memulai tutorial WooCommerce ini, pastikan bahwa Anda sudah menginstal WordPress di website Anda.
Jika sudah punya WordPress? Anda bisa langsung mulai mengikuti tutorial WooCommerce di bawah ini!
1. Cara Install dan Aktivasi WooCommerce
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, WooCommerce adalah plugin yang dapat dipasang dengan mudah melalui WordPress.
Cara install WooCommerce cukup mudah. Ikuti langkah-langkah berikut:
a. Login ke dashboard WordPress Anda.
b. Pilih menu Plugin -> Add New. Ketikkan “WooCommerce” di kolom pencarian.
c. Pilih plugin WooCommerce, dan klik Install Now. Lalu, Activate.
2. Cara Setting WooCommerce
Setelah proses instalasi dan aktivasi selesai, Anda akan melihat pemberitahuan dari WooCommerce untuk menjalankan Setup Wizard . Silakan pilih Yes Please.
Menggunakan Setup Wizard adalah langkah termudah untuk cara setting WooCommerce. Akan tetapi, jika Anda melewatkan pemberitahuan tersebut, Anda bisa membuka menu WooCommerce > Help > Setup Wizard.
Langkah 2.1. Pengaturan Alamat Toko
Langkah pertama, WooCommerce akan meminta Anda mengisikan informasi detail toko online Anda
Informasi yang diperlukan adalah
– Address Line 1. Alamat utama toko online Anda.
– Address Line 2. Alamat alternatif toko online Anda.
– Country/Region. Pilih negara Indonesia.
– City. Pilih kota lokasi toko online Anda.
– Postcode. Isikan nomor kode pos alamat toko online Anda.
Langkah 2.2. Pengaturan Jenis Industri Bisnis Anda
Langkah selanjutnya dalam tutorial WooCommerce adalah mengatur jenis industri toko online Anda.
Pada bagian ini, Anda bisa memilih beberapa industri yang sesuai dengan produk yang Anda jual. Cukup centang pada pilihan berikut:
Fashion, Apparel, and Accessories
Health and Beauty
Art, music, and photography
Electronics, and computers
Food, and drink
Home, furniture, and garden
Other
Sebagai contoh, jika Anda menjual minuman kesehatan, Anda bisa mencentang Food dan Drink dan Healthy and Beauty.
Langkah 2.3. Pengaturan Tipe Produk yang Dijual
Pada bagian ini, Anda diminta menentukan jenis produk apa yang Anda jual di toko online tersebut.
Terdapat banyak pilihan tipe produk yang bisa Anda pilih. Dua tipe produk bisa Anda gunakan secara gratis, yaitu Physical products (produk yang membutuhkan pengiriman) dan Downloads (produk digital yang bisa langsung di download).
Langkah 2.4. Pengaturan Detail Bisnis
Pada langkah ini, Anda bisa mengisikan dua informasi terkait bisnis yang Anda jalankan.
Pertama, berapa banyak produk yang akan Anda pajang di toko online Anda. Kedua, apakah Anda menjual produk tersebut di tempat lain atau hanya di toko online tersebut.
Langkah 2.5. Pemilihan Tema
Langkah terakhir dalam setup wizard WooCommerce adalah memilih tema untuk toko online Anda.
Terdapat beberapa tema yang bisa Anda gunakan secara gratis. Untuk lebih memastikan tema yang digunakan sesuai bisnis Anda, gunakanlah mode Live Preview.
3. Cara Menambahkan Produk
Setelah berhasil membuat toko online, Anda perlu menambahkan produk sebelum siap dikunjungi konsumen.
Caranya, dari halaman dashboard WordPress, silakan pilih menu WooCommerce.
Untuk menambahkan produk baru, Anda bisa pilih Add your first product. Ada tiga pilihan tersedia: Add manually, Import dan Migrate.
Pilih Add manually sebagai cara termudah untuk menambahkan produk satu per satu. Anda akan secara otomatis diarahkan ke halaman posting untuk mengisi informasi lengkap produk tersebut.
Setelah itu, Anda akan diminta memberikan informasi sebagai berikut:
– Product name. Nama produk Anda.
– Product description. Penjelasan lengkap produk tersebut.
– Product types. Jenis produk Anda (simple, grouped, affiliate, variable). Pada umumnya, simple product yang biasa digunakan.
– Short description. Penjelasan sederhana produk yang akan tampil di halaman produk.
– Product images/gallery. Gambar produk yang akan digunakan.
– Product tags. Label untuk produk.
– Product categories. Kategori produk.
Pastikan Anda mengisi informasi di atas dengan jelas. Khusus untuk Product types, Anda akan diminta untuk mengisikan informasi yang lebih lengkap sebagai berikut:
– General. Informasi seputar harga umum dan harga diskon produk.
– Inventory. Kode barang dan status barang yang dimiliki (tersedia atau habis)
– Shipping. Jenis pengiriman barang dan penentuan berat dan dimensi barang.
– Linked product. Memilih produk serupa untuk melakukan up selling (menjual produk dengan kelas harga di atasnya)
– Attributes. Atribut pada produk barang, misalnya warna.
– Variations. Variasi pada produk yang dijual, misalnya ukuran yang berbeda (S,M,L,XL).
– Advanced. Pengaturan tingkat lanjut yang bisa digunakan untuk mengelola urutan order, dan lainnya.
– Get More Options. Pilihan untuk menambahkan fungsi lain menggunakan ekstensi WooCommerce.
Anda juga dapat memanfaatkan shortcode WooCommerce untuk mengelola toko lebih mudah.
Jika Anda sudah menambahkan semua informasi penting produk, Anda bisa merilis produk tersebut dengan menekan tombol Publish.


