WordPress.com adalah platform blog yang baik, tapi memiliki kekurangan seperti loading yang lambat dan pengelolaan website yang terbatas. Untungnya, hal itu dapat diatasi dengan cara memindahkan hosting WordPress ke hosting sendiri.
Anda tentu senang mendengarnya. Namun, bagaimana caranya ya?
Anda telah berada di halaman yang tepat! Di artikel ini, kami akan menjelaskan cara migrasi hosting WordPress dengan mudah. Jadi, yuk simak panduan lengkapnya!
Kenapa Pindah WordPress.com ke Hosting Sendiri?
WordPress.com memang platform yang gratis dan mudah digunakan. Sayangnya, berbagai keterbatasannya sering membuat orang berpindah ke WordPress.org dengan hosting sendiri.
Alasannya, fitur yang ditawarkan WordPress.org lebih canggih, sama-sama mudah digunakan, dan bisa dikelola dengan biaya yang cukup terjangkau.
Nah, jika Anda sudah yakin untuk memindahkan WordPress.com ke hosting sendiri, yuk langsung saja simak artikel cara migrasi hosting WordPress di bawah ini!
Cara Memindahkan Hosting WordPress
Sebelum mengikuti tutorial cara migrasi WordPress, Anda perlu menyiapkan hosting dan domain terlebih dulu.
Jika hosting dan domain baru Anda sudah siap, silakan ikuti langkah-langkah untuk memindahkan hosting dari WordPress.com ke hosting sendiri berikut ini:
1. Export Data dari WordPress.com
Langkah pertama dalam cara memindahkan hosting WordPress adalah melakukan export data dari website WordPress.com Anda.
Pertama-tama, silakan login ke dashboard admin WordPress.com terlebih dulu. Jika sudah, klik menu Tools pada sidebar dan pilihlah submenu Export.
Anda akan diarahkan ke halaman Export Content. Di halaman ini, klik tombol Export All untuk melakukan export pada semua konten yang Anda miliki (pages, posts, feedback).
Tunggulah beberapa saat hingga Anda mendapatkan pesan notifikasi bahwa proses export telah selesai dilakukan.
File hasil export bisa langsung Anda dapatkan dengan cara klik link Download.
Jika Anda tidak sengaja menghilangkan notifikasi tersebut, tidak usah khawatir karena link download file export juga sudah dikirimkan ke email akun WordPress.com Anda.
2. Extract File Hasil Export
Selanjutnya, ekstrak file .zip yang telah berhasil didownload. File tersebut berisi XML Document yang mencakup semua posts, pages, images, comments, custom fields, categories, tags, navigation menus dan data lain pada website WordPress.com Anda.
3. Install WordPress di Hosting Anda
Nah, langkah berikutnya dalam cara migrasi WordPress adalah menginstall WordPress di hosting Anda.
Instalasi WordPress di Niagahoster sangatlah mudah, Anda bisa melakukannya langsung melalui Member Area ataupun melalui fitur Softaculous App di cPanel.
Jika WordPress sudah terinstall di hosting, silakan atur tampilan WordPress Anda.
Hal tersebut dilakukan agar meskipun seluruh konten blog dalam WordPress.com bisa dipindahkan ke hosting sendiri, tetapi template dan widgetnya tidak bisa di migrasi.
Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pengaturan tampilan WordPress terlebih dulu.
4. Import Data WordPress.com ke Hosting Sendiri
Setelah instalasi berhasil dilakukan, silakan masuk ke dashboard admin WordPress. Anda bisa langsung mengikuti cara migrasi hosting WordPress dengan mengakses menu Tools. Kemudian, pilih submenu Import.
Di halaman ini, ada beberapa pilihan sistem untuk melakukan import website. Pilih WordPress, lalu klik Install Now untuk menginstall importer WordPress.
Tunggulah beberapa saat hingga WordPress selesai menginstall importer untuk Anda.
Jika sudah selesai, Anda akan melihat notifikasi sukses di halaman yang sama. Selanjutnya, klik Run importer untuk menjalankan importer WordPress.
Anda akan diarahkan ke halaman Import WordPress untuk mengupload file XML Document yang sebelumnya telah di ekstrak pada komputer Anda.
Caranya, klik tombol Choose File dan pilih file hasil export dari WordPress.com. Kemudian, klik tombol Upload file and import.
Berikutnya, Anda bisa memilih author website, bisa nama author pada website sebelumnya, ataupun membuat nama author baru.
Pada tutorial cara memindahkan hosting WordPress kali ini, kami memilih menggunakan author yang lama. Jadi, kami mengosongkan kolom pada bagian Assign Authors.
Di bagian Import Attachments, silakan beri tanda ceklis pada checkbox yang tersedia. Hal ini perlu dilakukan agar file gambar Anda dapat terimport dengan benar. Jika sudah, klik tombol Submit.
Nah, sampai disini Anda sudah berhasil melakukan pindah WordPress.com ke hosting sendiri. Silakan cek konten website Anda, seharusnya semua konten dari website sebelumnya sudah ada di website WordPress dengan hosting yang baru.
5. Hubungkan Domain dengan Hosting
Kalau Anda sudah memiliki domain yang terhubung dengan hosting, langkah ini bisa dilewati. Tapi jika domain Anda belum terhubung dengan hosting, Anda perlu menghubungkannya terlebih dulu agar bisa diakses.
Nah, bagaimana jika sebelumnya Anda sudah menggunakan custom domain di WordPress.com?
Anda bisa melakukan transfer domain dari WordPress.com ke layanan hosting Anda yang baru, kok. Caranya, masuk ke menu pengaturan Domains, lalu pilih opsi untuk transfer domain.
Anda pun perlu mengkonfirmasikan proses domain transfer ini ke layanan penyedia hosting Anda yang baru. Proses ini bisa berlangsung kira-kira selama 5 hari hingga selesai dengan sempurna.
Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk transfer domain dari WordPress.com adalah dengan melakukan update nameserver. Sebelumnya, domain Anda akan mengarah ke ns1.wordpress.com dan ns2.wordpress.com.
Untuk mengubahnya, silakan masuk ke pengaturan Domains dan ubah nameserver sesuai dengan nameserver hosting baru Anda. Biasanya proses ini berlangsung paling lama memakan waktu 3 hari.
6. Redirect Website WordPress.com ke WordPress di Shared Hosting [Optional]
Jika di WordPress.com nama domain Anda sebelumnya adalah namawebsite.wordpress.com, dengan beralih ke WordPress di shared hosting, Anda bisa menggunakan domain sendiri seperti namawebsite.com.
Namun, kalau website Anda sudah memiliki pengunjung yang banyak dan stabil, mereka mungkin akan kebingungan jika website Anda berganti domain. Alhasil, mungkin mereka akan berhenti mengunjungi website Anda.
Selain itu, sayang sekali jika website WordPress.com Anda yang sudah memiliki ranking bagus di mesin pencari dinonaktifkan domainnya, kan?
Nah, melakukan redirect website WordPress.com ke WordPress di hosting sendiri adalah solusinya.
Dengan redirect, semua kunjungan yang mengakses website lama Anda akan diarahkan ke website WordPress Anda yang baru. Anda pun akan tetap bisa mempertahankan peringkat di mesin pencari.
Redirect bisa Anda lakukan pada dashboard admin WordPress.com dengan memilih menu Settings > General. Di bagian bawah kolom Site address, klik link redirect.
Anda akan diarahkan untuk mengisi domain tujuan. Layanan redirect ini memerlukan biaya sebesar $13 USD/tahun atau sekitar Rp193.700/tahun.
Jika Anda menyetujuinya, silakan masukan nama domain WordPress hosting Anda, lalu klik Go.
7. Ubah Website WordPress.com menjadi Private [Optional]
Agar pengunjung lebih mudah menemukan website baru Anda, opsi ini bisa menjadi pilihan jika tidak ingin menggunakan layanan redirect WordPress.com.
Caranya, silakan masuk ke menu Settings > General di dashboard admin WordPress.com Anda. Temukan bagian Privacy, lalu pilih Private untuk membatasi hak akses terhadap blog. Jangan lupa, klik Save Settings untuk menyimpan perubahan.
Sudah Siap Memindahkan WordPress.com ke Hosting Anda?
Itulah dia cara memindahkan hosting WordPress yang bisa Anda coba. Sangat mudah, bukan? Hanya ada tujuh langkah yang perlu Anda lakukan, yaitu:
1. Mengeksport data/konten yang Anda miliki di WordPress.com
2. Mengekstrak file .zip hasil export dari WordPress.com
3. Menginstall WordPress di hosting Anda
4. Mengimport data dari WordPress.com ke hosting sendiri
5. Menghubungkan domain dengan hosting
6. Melakukan redirect website dari WordPress.com ke WordPress di shared hosting [opsional]
7. Mengubah website WordPress.com menjadi private [opsional]
Yang perlu diingat, Anda harus memiliki hosting dan domain terlebih dulu sebelum mengikuti tutorial cara pindah WordPress.com ke hosting sendiri ini. Pastikan Anda menggunakan layanan hosting yang mumpuni dan menggunakan nama domain yang unik agar mudah dikenali pengunjung Anda sebelumnya.
Selain pilih hosting terbaik, pastikan juga pilih penyedia hosting dimana Anda juga akan mendapat SSL gratis, layanan daily backup otomatis dan juga support 24 jam dari Customer support untuk membantu Anda.



